Ads (By : Adit)

Showing posts with label by : shalaint. Show all posts
Showing posts with label by : shalaint. Show all posts

Tuesday, November 25, 2008

Senam Lidah... dah...

S T A R T ............. !

Peter bought a butter, the butter Peter bought was bitter.
So Peter
bought a better butter to make the bitter butter better.

Peter Piper picked a pack of pickled peppers.
Did Peter Piper pick a pack of pickled peppers ?
If Peter Piper picked a pack of pickled peppers, where's the
pack of
pickled peppers Peter Piper picked ?

Betty Botter had some butter, but she said, "this
butter's bitter."
If I bake this bitter butter, it would make my batter
bitter. But a
bit of better butter - that would make my batter better. So
she
bought a bit of butter, better than her bitter butter. And
she baked
it in her batter, and the batter was not bitter. So 'twas
better
Betty Botter bought a bit of better butter.

Six thick thistle sticks. Six thick thistles stick.

A big black bug bit a big black bear, made the big black
bear bleed
> blood.

The sixth sick sheik's sixth sheep's sick.
Pope Sixtus VI's six texts.

She sells sea shells by the sea shore.
The shells she sells are surely seashells.
So if she sells shells on the seashore, I'm sure she sells
seashore
> shells.

"Surely Sylvia swims !" shrieked Sammy, surprised.
someone should show Sylvia some strokes so she shall not
sink. Shy
Shelly says she shall sew sheets. Sam's shop stocks short
spotted
socks.

A flea and a fly flew up in a flue. Said the flea, "let
us fly !"
Said the fly, "let us flee !" So they flew through
a flaw in the flue

Which wristwatches are Swiss wristwatches ?
Lesser leather never weathered wetter weather better.

A bitter biting bittern Bit a better brother bittern, and
the bitter
> better
bittern Bit the bitter biter back
And the bitter bittern, bitten,
By the better bitten bittern, Said : "I'm a bitter
biter bit, a lack
!"

Mr. See owned a saw and Mr. Soar owned a seesaw.
Now See's saw sawed.
Soar's seesaw before Soar saw See, which made Soar sore.
Had Soar seen See's saw before see sawed Soar's seesaw,
See's saw
would not have sawed Soar's seesaw. So See's swa sawed
Soar's seesaw.
But it was sad to see Soar so sore.
Just because See's saw sawed Soar's seesaw !

The boot black bought the black boot back.
How much wood would a woodchuck chuck.
If a woodchuck could chuck wood ? He would chuck, he would,
as much
as he could, and chuck as much wood as a wood chuck would if
a
woodchuck could chuck wood We surely shall see the sun shine
soon.
Which witch wished which wicked wish ?

F I N I S H ...........

Tempe Xg Mbokamsud

"Tukang tempe tertantang tukang tahu" > > Takkala temperatur terik
terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah, "Tempe-tempe",
teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu,
terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!"
"Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang
tempe
Tukang tahu tidak terima, "Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya
terjelek!"
Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat
terkena tukang tahu. Tapi tukang tahu tak
terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe.
Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus
tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh
tatapan tajam tukang tempe tersebut,
"Tidak takut!!!" tantang tukang tahu.
Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus
tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat
terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak.
Tukang tahu terjerembab "Tolong...tolong...tolong...!",teriaknya
terdengar tinggi.
Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, "Tempe...tempe....tempe...!

pinter/bodoh??

Kelas Bahasa Indonesia



Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi.

Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh

semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti

harimau kelaparan.



Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!

Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi

saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan

saya tidak selamat ya?

Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru.....

Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan

selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah

lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi

semua masa dan keadaan.

Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!

Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini bai! k-baik. Hari ini Bu Guru

mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau

antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu semua harus

cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?

Murid-murid : Mengerti Bu Guru...



Guru : Pandai!

Murid-murid : Bodoh!

Guru : Tinggi!

Murid-murid : Rendah!

Guru : Jauh!

Murid-murid : Dekat!

Guru : Berjaya!

Murid-murid : Menang!

Guru : Salah itu!

Murid-murid : Betul ini!

Guru (geram) : Bodoh!

Murid-murid : Pandai!

Guru : Bukan!

Murid-murid : Ya!

Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!

Murid-murid : Oh Hamba!

Guru : Dengar ini...

Murid-murid : Dengar itu...

Guru : Diam!!!!!

Murid-murid : Ribut!!!!!

Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!

Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!

Guru : Mati aku!

Murid-murid : Hi! dup kami!

Guru : Saya rotan baru tau rasa!!

Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!

Guru : Malas aku ngajar kalian!

Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru...

Guru: Kalian gila semua!!!

Murid-murid : Kami waras sebagian!!!

Guru : Cukup! Cukup!

Murid-murid : Kurang! Kurang!

Guru : Sudah! Sudah!

Murid-murid : Belum! Belum!

Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?

Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!

Guru : Oh! Melawan, ya??!!

Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!

Guru : Kurang ajar!

Murid-murid : Cukup ajar!

Guru : Habis aku!

Murid-murid : Kekal kamu!

Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!

Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!

Guru : Sudah, bodoh!

Murid-murid : Belum, pandai!

Guru : Berdiri!

Murid-murid : Duduk!

Guru : Bego kalian ini!

Murid-murid : Cer! dik kami itu!

Guru : Rusak!

Murid-murid : Baik!

Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang hari ini!!!

Murid-murid : Dilepaskan tengah malam itu!!!



Bu Guru mukanya merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil

buku-bukunya dan keluar ruangan